headerphoto

dua lima

Assalammu’alaikum Wr. Wb….

Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.

Calon suamiku, …

Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?

Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.

Wahai calon suamiku, …

Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.

Calon suamiku yang selalu ku nanti,…

Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.

Calon suamiku,…

Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.

Calon suamiku,…

Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.

Dari ku yang merindukanmu

sebuah catatan menjelang usia 25



Nasib balap karungku

Sorry baru sempet ngeblog lagi,ini akibat terlalu enjoy ma kerjaan di kantor plus di rumah (*so sibuk critanya). Sabtu-minggu tgl 3-4 Maret,ITB ngadain Dies Natalis yg ke 48,ini dies natalis pertama yang ta ikutin maklum ta kerja di itb baru kurang lebih 6 blnan. Dalam acara dies natalis ini,setiap unit harus ngirim perwakilan bwt ngerameinnya, acaranya banyak ada tarik tambang,futsal,balap karung,& balap bakiak. untuk acara futsal ibu2,FTI ga ngirim atlit2nya soalnya taun kmrn pernah ada accident jadi kapok bwt ikutan lagi. Klo tarik tambang??? pasti ikut dunk coz atlit2 tarik tambang putra ada di FTI semua he..he..he.. Klo balap bakiak gmn?? nah klo bwt putra sih pasti udh dsiapin malah tiap hari latihan bolak-balik dari wc ke mushola (*sendal bakiak kali) hue.hue..hue..hue.. Nah sekarang siapa atlit balap karung?? setelah berbagai pertimbangan,seleksi yg ketat mulai dari seleksi fisik plus mental ahirnya ta yg kepilih (*ga salah???) td nya ta ga mau,cuma bnyk yg ngedukung sekaligus ngedesek ya ahirnya ta ikut aja. Ya beginilah klo punya body kecil sekaligus anak paling bungsu di kantor,jd harus mau disuruh-suruh he..he..he..he.. Besoknya menjalang balap karung,ibu2 pada ngasih tips2 gmn sih cara balap karung yang baik & benar??? Kamu hrs gini,kamu hrs gitu,jangan loncat,jangan grogi,kakinya hrs di ujung karung,mening jalan aja,dan bla..bla…bla… wah ternyata balap karung itu ada teorinya ya??? setahu ta balap karung tuh cuma loncat2 doank hue..hue..hue.. ya udah ntar dipraktekin ahhhhhh!!!!! Tiba saatnya beraksi… ta balap karungnya ga sendirian tp bertiga,sistemnya jg estafet (*wah enak jadi kan ga terlalu cape). Ta kebagian orang yang kedua,orang pertamanya b’Rina dari prodi TF,orang ketiganya teh Ria dari prodi teknik mesin. Setelah panitia memanggil tim qta,ahirnya qta bersiap di t4 masing2. Smua orang bersorak-sorak ngasih semangat, chayo..chayo… ayo kamu bisa!!!! semangat..semangat.. wah serasa bnyk dukungan hue..hue..hue.. Ahirnya lolos juga ke babak final, ga sia2 teori yg ibu2 kasih, mantap bener!!!!!! Ga nyangka badan ta ternyata ringan juga ya klo disuruh lompat2 jadi pengen lagi. Babak final pun dimulai,teori yg sama jg ta praktekin sapa tau menang,formasi tim qta tetep,strategi pun tetep. Ketika peluit dibunyikan, orang pertama melaju (*lancar sedikit lambat) nah ketika karung dikasih ke orang kedua (*ta) tiba2 tuh karung miring klo bahasa sundanya nyengsol alhasil teori pada babak semifinal gagal bwt dipraktekin di babak final (*lesu). Ya jadi tim qta kalah hiks..hiks..hiks.. maafin ta ya ibu2,bapa2,mba2,teteh2,aa2, ta gagal bawa hadiah tapi insya allah kekalahan ini akan ta bayar tahun depan gpp kan???

Pelajaran hari ini : Selalu ikhlas dalam melakukan apapun!!!!!