Layang-layang
Kamu masih ingat kisah layang-layang beberapa tahun yang lalu ?
Sepertinya tahun ini layang-layang itu sudah melayang di angkasa lagi dengan kemegahan penghiasnya
Angin sudah membawanya membumbung tinggi, menyayat setiap guratan udara di angkasa
Berlomba dengan mahluk bersayap mengepakkan sayapnya
Beberapa kali angin datang menghempas layang-layang, benangpun tertarik dan terulur dengan sigapnya memecah angkasa
Lalu datang banyak lawan dengan benang gelasan yang siap bertempur
Aku duduk di rerumputan di bawah sang layang-layang
Tak pernah terbayangkan perasaan sang layang-layang jika sudah kalah dalam bertanding di angkasa…
Yang kulihat adalah liukan-liukan indah dan tajam menari di angkasa, dan membayangkan kalau aku terbang seperti layang-layang
Ringan…
Sang layang-layang berharap benang penyambungnya tidak putus…
Tidak ingin lagi terbang tanpa sekehendak hati, berharap angin mau berpihak padanya,
Membawanya ke tempat yang indah, bukan mengaitkannya di ranting, tiang listrik, atau jatuh ke sungai…
Berdoa dalam hati selalu, nasib baik menurut dia selalu berpihak padanya…
Yang kubutuhkan sekarang adalah rumahku…
Aku amat sangat ingin pulang…
Itu yang kubutuhkan sekarang….