Celoteh perempuan
Sudah kukatakan aku hanya seorang perempuan yang menjunjung kesederhanaan dan sudah kukatakan juga aku bukan seorang perempuan yang pintar tapi aku mengerti apa artinya cinta. Mungkin itu yang ingin seorang perempuan teriakan pada dunia. Ketika perempuan dihadapkan pada banyak pilihan, dia mulai kebingungan mana yang harus dia pilih. Seandainya perempuan bisa sedikit melihat contekan atau catatan yang kuasa, mungkin perempuan tak akan salah pilih. Ehm…rasa apa ini?? sepertinya aku mulai mengenalnya, tp entahlah semuanya terasa biasa. Apa panca indraku tak raba akan itu atau terlalu polos tuk mengecapnya, atau aku terlalu menganggap semua rasa sederhana, ah entalah lah….. Aku memang pernah mengecap rasa ini, tapi aku memaksa panca indraku tuk diam sampai akhirnya kusuruh tuk tutup buku. Tuhan… ya hanya Dia tempatku mengadu, tiap malam aku curhat denganNya. Curhat tuk menanyakan rasa itu, lalu Dia hanya memberiku petunjuk. Anakku kau sedang dianugerhakan sebuah rasa yang luar biasa, cintai rasa itu dengan sederhana sampai akhirnya kau akan tau betapa istimewanya rasa itu, begitulah petunjuk yang Dia beri padaku.
“Love is passion, obsession, someone you can’t live without. If you don’t start with that, what are you going to end up with? Fall head over heels. I say find someone you can love like crazy and who’ll love you the same way back. And how do you find him? Forget your head and listen to your heart. I’m not hearing any heart. Run the risk, if you get hurt, you’ll come back. Because, the truth is there is no sense living your life without this. To make the journey and not fall deeply in love - well, you haven’t lived a life at all. You have to try. Because if you haven’t tried, you haven’t lived. ” [William Parrish, Meet Joe Black ]