headerphoto

Keyword nol delapan

 

Sehari lagi kisahku di nol delapan akan segera kututup, yup tutup buku, tutup tahun, tutup cerita lama, tutup anggaran, tutup kekalahan tapi maaf tutup hati ga akan dilakukan tahun ini huuuuuhuyyy. Tahun boleh berganti, tapi ada kisah-kisah di nol delapan yang telah membawaku pada sesuatu yang baru. Nol delapanku, boleh dibilang tahun yang banyak menguji kesabaranku, keberanianku, ketegasanku, keikhlasan atas kekalahan, kegagalanku tapi diakhiri dengan senyuman tapi tidak untuk penyelasanku.
Klo disuruh crita kaledoskopku di nol delapan, mungkin butuh beberapa halaman bwt nulisnya, lagian sebagian crita ada di jurnal ini, so tinggal baca ajalah. Tapi klo disuruh nyebutin keyword, of course I will say it.
Mr. Cool Freak, Hiking, Surprise in the morning, My confession, Failed but happy, Disertasi, Diapelin, New status, arrogated in the office, birthday cake, rained on my first valentine, new comers in my life, kisah nasi kuning dan rantangnya, ditembak dan menembak, dihujani jobdes, gerobak kaget, soulmate and loser. Yup, saatnya membungkus keyword di penghujung nol delapan dengan balutan keikhlasan dan senyuman. Thx for all who given more color in my world for a step to grew up. Luv u all. Lets make resolution to be better.  



Everybody’s changing

Diundang dan mengundang… dua kata dengan kata dasar yang sama, beda awalan, beda juga maknanya. Dalam sebulan ini, aku diundang temen ke sebuah acara resepsi kawinan, klo diitung-itung ada 3 undangan trs waktunya berturut-turut hampir tiap minggu. Ampe orang rumah sedikit curiga coz tiap minggu siang ga ada di rumah, cuma bilang mo ke ondangan. Huuuhuy tiap minggu makan gratis di ondangan hehehehe. So, when is ur time to invite them?

Seperti orang bilang, yang namanya ondangan bagus atau jelek pasti dikomentari, bener ga sih?? ada yang komen menunya, pengantennya, hiasan gedungnya, ampe kadang merhatiin baju yang dipake tamu-tamunya (*so perhatian) hihihi. Tadi malem, sedikit terkejut begitu dateng ke sebuah undangan,  bukan terkejut karena acaranya tp terkejut ma tamu2 di sekitarnya. Ooowwww, rekan2ku ngadak-ngadak ga jadi single fighter (*cuma ngelus dada, pegang jidat trs nyengir). Ok… ok… maybe it is not right time to me. Mmmmmm, everybody is changing tonight. Rite!!!!



Jangan diam2

Ada yang diam2 memperhatikanmu, mengagumi kepolosanmu, mencari tahu kesukaanmu, sampe mengetahui hal-hal yang tidak kau sukai, saking kagumnya tau kapan ada di rumah dan kapan tidak ada di rumah. Canda, tawa, ledekan hampir tiap hari ditawarkan dalam balutan kepolosan. Kadang celaan karena ke sok tauan mampir tanpa permisi, tp tak pernah ada balasan dengan sebuah tonjokan atau hantaman, semua berbalut sebuah senyuman. Tak pernah ada paksaan karena tau itu harga mati yang tak bisa ditawar lagi, semua berbalut keikhlasan, walaupun tak pernah melihat bagaimana raut muka mengecap kekecewaan. Ketakutan tiap hari menghampiri terkadang membebani, bukan takut akan sebuah gigitan atau sebuah tamparan tapi takut akan sebuah perasaan. Sebuah perasaan tanpa ada label keiistimewaan, dan tak pernah berani untuk dipertanyakan ataupun dianggukan. Mungkin kekecewaan itu telah membuka matanya, bahwa memang sia-sia mengejar yang tak pasti, karena sesungguhnya tak pernah ada label keistimewaan yang akan tertempel di sana. Sekarang canda tawa itu berasa hambar karena tak pernah berbalut lagi keikhlasan. Ada apa denganmu??



Different

Klo disuruh nyebut aktivitas yang pertama kali dilakuin begitu nyalain kompie, pasti otak langsung reflek dan dengan sigap menjawab yames alias yahoo messenger hihihi. Yup, sign in yang pertama dilakuin begitu kompie mulai on yaitu sign in yames. Pic terakhir yang aku pasang yaitu foto pas jalan2 sehari di kota Kuningan ma boss, tepatnya di Waduk Darma, fosenya calm tp tetep ngasih senyum manis (*maklum foto sebelah bos, jd kadar kenarsisan dikurangi dikit) hehehehe.

Siang itu, sebelum pergi ke acara syukuran sodara. Tiba-tiba naluri sedikit narsis, mulai berbisik ke telinga kiri lalu diproses dan telinga kanan mulai melancarkan aksinya. Huuuhuy centil mode on dimulai, telinga dipasang anting klasik warna perak dan leher ditutupi kain pas mina putih. Alhasil inilah foto kecentilanku. Begitu pasang foto di yames, sedikit orang berkomentar.

You look new different, is this your pic? I don’t believe that it is your pic. I never look u like this pic. Ehmm.. what do you think about me, I am still a simple woman with extraordinary dreams. Someday i will change, of course changing to make being better. Changing my mind, my feel, my wish, and my dreams. So, what do you think about me now?



Sindrom merajalela

Uuuuuhhhh, sindrom ahir taun terus merajalela. Ya maklum beginilah klo jadi kuli kampus yang bergulit di dunia kaduitan, always terkena imbasnya. Ga tanggung2 sindrom juga berimbas ke kampus, ya sejak menyandang status baru alias jadi mahasiwi, aktivitas jadi padat merayap (*srasa di jalan tol). Klo di kantor sindrom ahir taun tuh menunya :

Bikin laporan taunan (*so pasti)
Uh laporan..laporan, kerjaan yang kadang bikin bad mood. Coz laporan tuh ibarat rumah terahirnya keuangan. Musti rekap ini, rekap itu, ngumpulin data ini, data itu, ampe belibet.
Tiap hari dikasih makan SPP plus BKK, dll
BKK (*Bau Kaki Kuda, hahahaha) yup ini menu awal untuk ngebentuk suatu laporan, kecil kadang diremehin tp complicated klo orang sunda ngomongnya leukleuk.
Ngabisin penyerapan anggaran  (*coba nyerep aer)
Nah ini menu yg orang2 tunggu, tp jangan harap orang2 kaduitan juga suka coz semakin banyak orang ngabisin anggaran itu artinya Spp akan semakin numpuk, dan mirisnya orang kaduitan cuma ngeliat bon2 orang, aaaarrrggghhh.

Ya itu qra2 menu sindrom ahir taun di kantor, yang pasti jangan harep bulan Desember ini bisa duduk manis di depan kompie sambil yamesan atau nyorat2 nyoret dinding di pesbuk orang kwkwkwkw ampe esmosi juga sedikit meningkat mulai dari muka kusut, senyum mengkerut, muka kadang ditekuk, jadi selama ahir taun disarankan untuk ga deket2 dulu ma orang2 kaduitan, ya kecuali klo pengen kena semprot hihihihihihi

Sekarang beralih ke sindrom ahir taun jd mahasiwi. Weleh…weleh, sindrom ahir taun baru running setengah jalan eh ujian ahir menanti D*** alhasil niat mo liburan pas ahir taun positif gatot karena terjebak uas, ampun dahhh.

Ya begitulah dilema kuli kampus bidang kaduitan plus wanita malem mencari ilmu di bulan Desember, hanya bisa mensyukuri plus menikmati ya walopun kadang sedikit mengeluh klo lg dateng bad mood nya. Memang seharusnya qta menikmati dan mensyukurinya bukan?? Ehmmm, sorry God i complain about my day.



Realize

Take time to realize,
That your warmth is
Crashing down on in.
Take time to realize,
That I am on your side
Didn’t I, Didn’t I tell you.

But I can’t spell it out for you,
No it’s never gonna be that simple
No I cant spell it out for you

If you just realize what I just realized,
Then we’d be perfect for each other
and will never find another
Just realized what I just realized
we’d never have to wonder if
we missed out on each other now.

It’s not always the same
no it’s never the same
if you don’t feel it too.
If you meet me half way
If you would meet me half way.
It could be the same for you.

If you just realize what I just realized
(Realize by Colbie Caillat)



Sindrom ahir taun

Attention

Mangav yang punya jurnal lagi kena sindrom akhir taun stadium 1, berhubung takut nular ma yang laen jd mo cuti dulu ngejurnal hihihihi

Hatur nuun

-Simple Tastes-



Peta Jalanku

Terkadang merasa seperti sehelai daun terombang-ambing tertiup angin di sepanjang jalan yang kotor, kadang merasa seperti sebutir pasir yang terdampar di suatu tempat. Tak seorang pun mengatakan bahwa hidup adalah hal yang tenang dan teratur, bukan. Aku kadang tak paham apa yang Dia rencanakan bwt perjalanan ku, aku hanya bisa sedikit menggambarkan peta jalan ku dan mengikutinya. Untuk kesekian kalinya aku bak emas layaknya orang berperibahasa bahwa diam itu emas, diam dalam lirihku karena semua bungkam. Ingin ku teriakan pada dunia, apa mauku tp mereka tak paham apa mauku. Mencoba mendekat, mengerti apa mauku tp lagi-lagi ruanganku tak cukup tuk menampung ego kalian. Ahhhh biarkan saja bintang-bintang yang paham apa mauku. Memaksakan diri dan berhenti mengejar mimpi itu rasanya sudah cukup dilakukan, tp Tuhan memberi peta perjalanan yang lain, meminta putar arah lalu belok dan akhirnya melaju dengan kecepatan yang tinggi. Beruntung peta jalan itu bisa kulalui, walaupun pernah berteriak lelah karena perjalanan itu tak semulus yang aku kira, bahkan airmata pernah kuteteskan karena bukan jalan ini yang harus kulalui. Aku berdiri, berjalan menyusuri kemana kakiku melangkah, mencoba meraih mimpi-mimpi itu kembali, walaupun kutau aku sekarang sedang mengikuti peta jalan yang hendak membawaku ke arah yang berbeda tp tetap seseorang hendak mengikuti ku kembali. Apa lagi yang hendak Dia rencanakan untuk peta perjalananku, lagi2 kebisuan menghujamku. Kenapa tak kubiarkan aku lewati peta jalan itu sendiri, menikmati liku-liku itu sendiri, berjalan tegap menyusuri tikungan-tikungan itu sendiri, biarkan aku sendiri yang melewatinya Tuhan, biarkan kuwarnai peta jalanku tanpa ada seorangpun yang mengikutinya.