Peta Jalanku
Terkadang merasa seperti sehelai daun terombang-ambing tertiup angin di sepanjang jalan yang kotor, kadang merasa seperti sebutir pasir yang terdampar di suatu tempat. Tak seorang pun mengatakan bahwa hidup adalah hal yang tenang dan teratur, bukan. Aku kadang tak paham apa yang Dia rencanakan bwt perjalanan ku, aku hanya bisa sedikit menggambarkan peta jalan ku dan mengikutinya. Untuk kesekian kalinya aku bak emas layaknya orang berperibahasa bahwa diam itu emas, diam dalam lirihku karena semua bungkam. Ingin ku teriakan pada dunia, apa mauku tp mereka tak paham apa mauku. Mencoba mendekat, mengerti apa mauku tp lagi-lagi ruanganku tak cukup tuk menampung ego kalian. Ahhhh biarkan saja bintang-bintang yang paham apa mauku. Memaksakan diri dan berhenti mengejar mimpi itu rasanya sudah cukup dilakukan, tp Tuhan memberi peta perjalanan yang lain, meminta putar arah lalu belok dan akhirnya melaju dengan kecepatan yang tinggi. Beruntung peta jalan itu bisa kulalui, walaupun pernah berteriak lelah karena perjalanan itu tak semulus yang aku kira, bahkan airmata pernah kuteteskan karena bukan jalan ini yang harus kulalui. Aku berdiri, berjalan menyusuri kemana kakiku melangkah, mencoba meraih mimpi-mimpi itu kembali, walaupun kutau aku sekarang sedang mengikuti peta jalan yang hendak membawaku ke arah yang berbeda tp tetap seseorang hendak mengikuti ku kembali. Apa lagi yang hendak Dia rencanakan untuk peta perjalananku, lagi2 kebisuan menghujamku. Kenapa tak kubiarkan aku lewati peta jalan itu sendiri, menikmati liku-liku itu sendiri, berjalan tegap menyusuri tikungan-tikungan itu sendiri, biarkan aku sendiri yang melewatinya Tuhan, biarkan kuwarnai peta jalanku tanpa ada seorangpun yang mengikutinya.
Saya rasa kesabaran adalah kuncinya ^^!
Comment by Gesang — December 3, 2008 @ 5:54 am
@ Gesang–> Insyaallah, kesabaran jd obat bwt saya.
Comment by titanicknick — December 3, 2008 @ 6:16 am
emh…minta tolong ama dora aja neng!??
oups salah,.. kenapa harus minta kepada dora lagi..
yang punya jurnal toh dah layak dibilang dora,secara potongannya sama…wuahahaha
peace!!;p
Comment by djokest — December 5, 2008 @ 4:29 am
@ Djokest –> Sekarang udh ga mirip Dora lg kan udh gondrong hihihihi Ehm.. ketauan ya yg suka nonton Dora, pantesan ga pernah dateng pagi ke kantornya kwkwkwkwkw
Comment by titanicknick — December 5, 2008 @ 4:43 am
dengan kesabaran kita pasti bisa melalui segala hal
yang sabar!!!
Comment by rahim — December 5, 2008 @ 6:34 am
@ Rahim–> Ibarat nasi, insyaallah kesabaran udh jd lalaban. Thx udh ngingetin
Comment by titanicknick — December 5, 2008 @ 8:01 am