Jangan diam2

Ada yang diam2 memperhatikanmu, mengagumi kepolosanmu, mencari tahu kesukaanmu, sampe mengetahui hal-hal yang tidak kau sukai, saking kagumnya tau kapan ada di rumah dan kapan tidak ada di rumah. Canda, tawa, ledekan hampir tiap hari ditawarkan dalam balutan kepolosan. Kadang celaan karena ke sok tauan mampir tanpa permisi, tp tak pernah ada balasan dengan sebuah tonjokan atau hantaman, semua berbalut sebuah senyuman. Tak pernah ada paksaan karena tau itu harga mati yang tak bisa ditawar lagi, semua berbalut keikhlasan, walaupun tak pernah melihat bagaimana raut muka mengecap kekecewaan. Ketakutan tiap hari menghampiri terkadang membebani, bukan takut akan sebuah gigitan atau sebuah tamparan tapi takut akan sebuah perasaan. Sebuah perasaan tanpa ada label keiistimewaan, dan tak pernah berani untuk dipertanyakan ataupun dianggukan. Mungkin kekecewaan itu telah membuka matanya, bahwa memang sia-sia mengejar yang tak pasti, karena sesungguhnya tak pernah ada label keistimewaan yang akan tertempel di sana. Sekarang canda tawa itu berasa hambar karena tak pernah berbalut lagi keikhlasan. Ada apa denganmu??