headerphoto

Apa maunya hati


D*** hujatan kembali meraung keras, entah apa yang merasuk dalam raga ini.  Teriak tak akan bisa mengusir ragu ini, diam dalam kebisuan bukan cara untuk mempertanyakan apa maunya hati. Dulu diam seolah bisa memberi sedikit jawaban, tapi bodoh jika mulut ini masih tertutup, dan memaksa telinga untuk tuli. Mencoba meraba hati, bertanya pada peri-peri kecil yang menempel dalam  hati, tapi lagi-lagi tak menemukan apa maunya. Peri kecil yang menempel di hati, seolah kehabisan untuk memperkirakan kemungkinan ini itu, untuk seketika dia tak menunjukkan sinyal apa-apa. Oh begitu maha agung, yang maha kuasa menciptakan benda ini. Dia tertancap satu di masing-masing insan, tapi kenapa kita terkadang tak tau maunya dia apa. Hanya bisa meraba, bermain dengan peri-peri yang ada di sekitarnya. Tapi ini bukan cara yang ampuh tuk mempertanyakan apa maunya hati. Haruskah ku gadaikan hati yang Tuhan anugerahkan hanya satu ini, supaya mereka tak bungkam dan mengeluarkan apa yang dia mau. Perlukah ku raba lebih, agar dia menjadi peka, kemudian berbisik bersama peri-peri kecil untuk meyakinkan yang empunya, sampai akhirnya dia menemukan pasangannya.



Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://titanicknick.blogsome.com/2009/05/09/apa-maunya-hati/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.